Madura — Dalam momentum Hari Sumpah Pemuda tahun 2025, tokoh Madura yang dikenal bijak dan dekat dengan kalangan muda, Abah Fado, menyampaikan refleksi mendalam tentang makna perjuangan pemuda di era modern. Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda bukan hanya sekadar sejarah, tetapi harus menjadi napas perjuangan generasi masa kini dalam menjaga moral, budaya, dan persatuan bangsa.
“Pemuda hari ini jangan hanya bangga dengan teknologi, tapi harus mampu menjaga akhlak dan identitas bangsa. Sumpah Pemuda itu lahir dari tekad dan kesadaran, bukan dari kemewahan. Maka pemuda sekarang harus sadar peran besarnya dalam perubahan,” ujar Abah Fado saat ditemui di kediamannya di Madura, Sabtu (26/10/2025).
Abah Fado menegaskan, tantangan pemuda saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan generasi 1928. Jika dulu perjuangan melawan penjajahan fisik, maka kini perjuangan melawan penjajahan moral, budaya asing, dan ketimpangan sosial.
“Banyak anak muda yang pintar, tapi kehilangan arah. Semangat kebangsaan mulai luntur karena terlalu sibuk dengan dunia maya. Padahal pemuda itu adalah tiang bangsa. Kalau moralnya roboh, maka bangsa ikut roboh,” tegasnya.
Tokoh yang sering menjadi panutan masyarakat Madura ini juga mengajak seluruh pemuda untuk kembali menghidupkan nilai gotong royong, kesederhanaan, dan semangat persatuan sebagaimana diikrarkan dalam Sumpah Pemuda.
“Kita harus bangga jadi anak Indonesia. Bangga berbahasa Indonesia, bangga berbudaya Madura, dan bangga menjadi bagian dari bangsa yang besar. Tapi kebanggaan itu harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar ucapan,” tuturnya.
Di akhir pesannya, Abah Fado berharap agar momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi ajang introspeksi bersama, terutama bagi generasi muda agar tidak hanya mengejar popularitas dan harta, tetapi juga ilmu, akhlak, dan tanggung jawab sosial.
“Kalau pemuda kuat iman dan ilmunya, Indonesia akan maju. Tapi kalau pemuda hanya sibuk mencari sensasi, maka bangsa ini akan kehilangan arah,” pungkasnya dengan nada tegas namun penuh kebapakan.