BANGKALAN – SPPG Yayasan Anzelna Ghaniya Asyari di Tanah Merah Dajah, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, kembali menjadi perhatian publik setelah muncul video kedua dari wali murid terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bulan Ramadhan.
Sebelumnya, beredar video yang menyoroti menu berupa satu potong roti, satu kotak susu, tiga butir kurma, dan satu buah jeruk yang disebut dalam kondisi busuk. Dalam video tersebut, wali murid menyampaikan dengan nada sindiran:
“Alhamdulillah menu MBG Yayasan Anzelna Ghaniya Asyari hari ini roti 1, susu, kurma 3 biji dan jeruk 1 biji sudah busuk, bisa dibuat buka puasa nanti.
”Kini, video lain kembali viral. Dalam rekaman tersebut, terdengar pernyataan yang mempertanyakan nilai anggaran per porsi makanan.
“MBG macam apa ini? Per porsi berapa ribu ini?
”Pernyataan tersebut memicu perbincangan di tengah masyarakat, khususnya terkait kesesuaian kualitas dan kuantitas menu dengan standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Sejumlah wali murid berharap ada transparansi terkait pelaksanaan program, termasuk pengawasan kualitas bahan makanan yang dibagikan kepada siswa, terlebih di bulan Ramadhan yang membutuhkan asupan layak untuk menunjang ibadah puasa.
Bahkan, muncul kekhawatiran dari sebagian masyarakat bahwa program ini hanya dijadikan ajang pekerjaan semata, tanpa memperhatikan kualitas, dan di duga menjadi ajang korupsi para SPPG yang mempunyai dapur.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Anzelna Ghaniya Asyari, Alfin Hidayatullah, S.Sos menyampaikan klarifikasi. Ia mengatakan, “ngak mas buah yang busuk sudah saya pisah serta kami sudah sortir.
”Namun ketika kembali disinggung dengan adanya video buah busuk yang beredar dan dikirim, ia justru menyampaikan, “kita rundingan dulu bersama dan ngopi-ngopi mas.”
Masyarakat pun meminta pihak terkait segera melakukan klarifikasi serta pengawasan ketat, sehingga program yang seharusnya membantu justru tidak menimbulkan polemik baru.